Postingan

Memuji Anak Tanpa Membuatnya Gila Pujian

Gambar
Memuji anak ada caranya. Jika terlalu berlebihan, ditakutkan anak tumbuh menjadi "gila pujian" atau malah tidak percaya diri jika tidak dipuji. Nah, pujian seperti apakah yang bisa Anda berikan kepada anak? Berikut 10 hal yang bisa Anda katakan kepada anak sehari-hari untuk tetap menjaga mereka terinspirasi. 1.  I love you!   Untuk mengatakan ketiga kata ini, Anda tidak perlu "mencari waktu yang tepat". Katakan kapan dan di mana saja. Ini harus menjadi kata prioritas bagi Anda untuk anak setiap hari sekalipun Anda sangat sibuk! 2. Ibu senang melihatmu Ucapkan saat anak pulang sekolah atau kembali dari tempat lain. Itu menandakan kalau kehadirannya begitu berarti bagi Anda dan mereka juga akan merasa diterima dan dicintai. 3. Kamu membuat ibu bangga Ketika anak berhasil mencapai sesuatu, seperti mengegolkan bola ke gawang, mendapat nilai 100 pada ujian matematika, atau lainnya, katakan ini. Pujian ini bisa mengangkat semangat dan kepercayaan diri ke ti...

3 Pola Diet Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Gambar
Anda tentu tahu, tubuh akan tetap sehat selama disiplin menjaga asupan makanan. Meski begitu, di musim flu seperti sekarang ini, Anda juga butuh strategi diet yang tepat agar daya tahan tubuh meningkat. Berikut tiga cara sederhana mengatur pola makan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh Anda. 1. Cukup vitamin D. Masalah kesehatan bisa Anda tekan jika tubuh tercukupi kebutuhan vitamin D. Sumber vitamin D beragam, bisa dari ikan salmon atau susu fortifikasi. Jika sumber vitamin D ini sulit didapati, suplemen vitamin D bisa membantu. Penelitian yang melibatkan lebih dari 300 anak Jepang menunjukkan anak-anak yang rutin mengasup suplemen vitamin D (1.200 IU), 40 persen lebih sedikit terkena virus flu. Adit Ginde, peneliti kesehatan masyarakat dari University of Colorado School of Medicine di Denver mengatakan studi laboratorium menunjukkan nutrisi membantu sel imun untuk mengidentifikasi dan memusnahkan virus penyebab penyakit. 2. Cukup serat. Penelitian pada ...

Pengasuhan Tegas Cegah Anak Merokok

Gambar
Orangtua yang menerapkan batasan dalam pengasuhan anak, kecil kemungkinannya memiliki anak perokok, terlepas dari latar belakang etnis dan ras. Demikian hasil studi terbaru di Amerika Serikat yang diterbitkan online di jurnal Pediatric Psychology. Para peneliti melakukan survei di sekolah kelas menengah bawah dengan latar belakang beragam. Hasilnya, orangtua yang menerapkan pola asuh "otoriter" dan terstruktur, cenderung memiliki anak yang tidak merokok saat remaja. "Studi ini melihat seberapa spesifik strategi pengasuhan bisa membantu melindungi anak-anak dari perilaku coba-coba merokok," ungkap Cassandra Stanton, asisten profesor departemen onkologi di Georgetown University, yang memimpin penelitian. Studi ini berlangsung dengan melibatkan responden dari kalangan urban multi-etnis berpendapatan rendah. Berbeda dengan kebanyakan penelitian yang umumnya melibatkan responden kalangan menengah dan orang kulit putih. Stanton mengatakan penting untuk men...

Baca Buku Ubah Kemampuan Otak?

Gambar
Sebuah ungkapan lama mengatakan, buku yang baik, khususnya cerita fiksi, dapat membuat pembacanya melebur ke dalam kisah di dalamnya. Sebuah studi baru dari Emory University kini mengonfirmasi kebenaran ungkapan tersebut. Menurut studi itu, aktivitas otak seseorang berubah ketika tengah terbenam dalam buku. Ketua studi dan direktur Emory University's Center for Neuropolicy, Profesor Gregory Berns mengatakan, temuan ini dapat membantu ilmuwan untuk memperdalam pengetahuan tentang perilaku otak. Studi tersebut juga menemukan, orang yang membaca buku memiliki kemampuan berbahaya yang lebih komprehensif dan rasa empati yang lebih kuat. "Cerita dalam buku membantu membentuk kehidupan dan dalam beberapa kasus membantu mendefinisikan seseorang. Kami ingin tahu bagaimana cerita masuk ke dalam otak dan proses di balik itu," ujar Berns. Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Brain Connectivity ini, tim peneliti melibatkan 21 orang untuk membaca buku yang sama,...

Perempuan Lebih Cepat Dewasa, Ini Alasannya

Gambar
 Dalam mencari pasangan, wanita umumnya memilih pria yang berusia lebih tua darinya. Hal ini ternyata terjadi bukan tanpa alasan, wanita memang lebih cepat dewasa dibandingkan pria. Sehingga mencari pria yang lebih tua sebagai pasangan akan membuat hubungan berlangsung lebih harmonis. Setidaknya sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Newcastle University dapat menjelaskan kenapa kaum hawa lebih cepat menjadi dewasa. Para peneliti mengungkap, otak anak gadis lebih cepat berkembang untuk membuat otak lebih efisien dalam bekerja ketimbang anak laki-laki. Ketika orang bertambah tua, bagian tertentu dari otak akan menyusut. Ini karena otak secara otomatis "membuang" hubungan antara sel-sel yang tidak perlu, maka kerja otak pun semakin efisien. Hubungan-hubungan sel yang tidak terpakai itu pun menyusut dan mati. Hasil pemindaian bagian dalam otak yang dilakukan para peneliti pun menunjukkan bahwa proses peny...

Kesehatan mental siswa dan implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan

Kesehatan mental telah lama menjadi perhatian umat manusia jauh sebelum kaum akademisi berusaha meneliti dan menangani problem kesehatan mental. Kesehatan mental bukan masalah baru karena merupakan kebutuhan dasar manusia. Kehidupan masyarakat modern yang cenderung mengutamakan i ndividualism, materialism, hedonism, comersialism, dan competitive  semakin memicu individu mengalami ketegangan dan stress. Pesatnya arus urbanisasi, pembangunan, dan industrialisasi juga menyebabkan masyarakat menjadi semakin kompleks, rawan frustasi dan konflik. Krisis kebudayaan dan krisis ideologi menyebabkan perilaku manusia banyak mengalami penyimpangan. Ketegangan batin akan mengakibatkan rasa permusuhan, agresivitas meningkat dan temperamental, rasa rendah diri, ketakutan, gangguan emosional, dan sakit mental. Perubahan sosial dan masa transisi yang bergejolak karena krisis moral terjadi di berbagai tempat tidak terkecuali merambah di dunia pendidikan di Indonesia. Sebagai contoh ka...

SEPULUH TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

1. BELUM DIMILIKINYA GAMBARAN KEBUTUHAN SDM MASA DEPAN Gambaran kebutuhan SDM masa depan (kira-kira 20-30 tahun ke depan) belum dipetakan. Data tentang kebutuhan dan prediksi tentang hal tersebut belum dimiliki. Misalnya penentuan 70% SMK dan 30% SMA cenderung segera direvisi karena penentuannya tanpa data yang akurat. 2. LEMAHNYA PENDIDIKAN KARAKTER Selama ini UN menjadi tolok ukur kesuksesan pendidikan, yang sarat dengan kecurangan. Selama UN ada, belum pernah nihil kecurangan.UN lebih menekankan aspek kognitif. Lingkungan tidak didesain yang konduksif untuk pendidikan, misalnya TV, lahan bermain, dll. Pejabat belum menampakkan teladan bagi masyarakatnya. Tingginya angka korupsi. 3. BELUM SINKRONNYA KEBIJAKAN PUSAT DAN DAERAH Kebijakan pusat belum tentu dipatuhi/dijalankan oleh pemerintah daerah akibat desentaralisasi dan otonomi daerah. 4. LEMAHNYA IMPLEMENTASI Kita selalu memiliki konsep yang bagus tetapi dalam penerapannya tidak sebagus dan sesungguh konsep...